Kapanlagi.com - Sebagai manajer,
Tata Liem merasa sangat bangga ketika salah satu artis yang berada di bawah naungannya mendapatkan peran di sinetron religi Ramadan Trans TV berjudul
KISAH 9 WALI. Dalam sinetron ini,
Boy Hamzah memerankan tokoh Sunan Giri.
"Aku sangat bangga sekali ketika pihak Trans TV, lewat pak Emilka meminta aktorku
Boy Hamzah memerankan Raden Paku atau Sunan Giri di sinetron ini," tutur
Tata Liem di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jum'at (20/6) lalu.
Menurut
Tata, sinetron dengan latar sejarah seperti ini harus diperbanyak. Pasalnya, dengan berkaca kepada sejarah, orang akan bisa bertindak untuk menghadapi masa depannya dengan lebih baik.
"Menurutku, program sinetron
KISAH 9 WALI sangat memberikan nilai yang sangat positif sekali buat anak-anak sekarang. Di mana sejarah Islam berkembang di tanah Jawa. Ini sinetron yang sangat bagus apalagi diputar di bulan suci Ramadan, dengan kisah-kisah menarik dan menginspirasi," tuturnya.
Boy Hamzah dengan kostum walinya @ Kapanlagi.com®/Budy Santoso"Jadi sangat penting sekali kalau sejarah dibuat versi sinetron, istilahnya Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ini akan mengingatkan dengan kisah yang akan buat penonton nanti mengambil nilai dan makna positif," tukasnya.
Bagi
Tata Liem, 9 Wali atau lebih dikenal dengan sebutan Wali Songo tersebut adalah bagian dari sejarah berkembangnya Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
"Mereka bukan mitos, mereka bagian sejarah berkembangnya Islam di Indonesia. Karakter mereka memiliki keistimewaan masing-masing. Seperti Sunan Kalijaga, dia mensyiarkan agama dengan berkesenian, Sunan Giri yang suka membantu orang miskin, Sunan Kudus yang punya sikap lemah lembut, Sunan Drajat yang bisa menyembuhkan orang, dan yang paling fenomenal Syekh Siti Jenar yang diyakini sebagai sunan ke-10 tapi masih simpang siur," tandasnya.