Demi 4G di 6 Kota, Tri Migrasikan 20.000 BTS 2G
Hide Ads

Demi 4G di 6 Kota, Tri Migrasikan 20.000 BTS 2G

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Selasa, 17 Nov 2015 17:15 WIB
Tri (rou/inet)
Jakarta -

Meskipun cuma sanggup mengalokasikan 5 MHz untuk menggelar jaringan seluler 4G LTE di spektrum 1.800 MHz -- yang paling kecil di antara kompetitornya, namun Hutchison 3 Indonesia belum patah arang.

Operator dengan sebutan Tri itu tetap mendukung proses refarming tata ulang frekuensi bersama tiga operator lainnya. Tri telah berhasil memigrasikan 20.000 base station 2G milknya yang beroperasi di 1.800 MHz agar bisa dimanfaatkan juga untuk 4G.

Randeep Singh Sekhon, Presiden Direktur Tri, mengaku bersyukur proses penataan ulang spektrum 1.800 MHz telah berjalan dengan baik, bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua proses ini dilakukan oleh tim teknis kami yang berpengalaman dengan koordinasi yang baik antara semua operator GSM dan Kementrian Komunikasi dan Informatika," ujarnya dalam email yang diterima detikINET, Selasa (17/11/2015).

Randeep menambahkan, proses ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan GSM operator lainnya melalui metode step wise di seluruh cakupan jaringan Tri yang dibagi dalam 33 klaster.

Sebanyak 2.800 BTS 2G Tri di inner Jakarta telah ditata ulang tadi malam. Fase akhir penataan ini ikut disaksikan tim Direktorat Penataan dan Pengendalian, Kementerian Komunikasi dan Informatika.

โ€œDengan jumlah spektrum yang terbatas yaitu 10 MHz yang dimiliki Tri, proses penataan lebih dari 20.000 BTS dapat diselesaikan dengan sangat baik tanpa kendala bahkan dengan waktu relatif tercepat selama proses ini berlangsung,โ€ ujar Randeep.

Saat ini Tri beroperasi dengan lisensi di spektrum 1.800 Mhz sebesar 10 MHz dan di 2,1 GHz sebesar 10 MHz. Proses penataan ulang ini sekaligus sebagai wujud dukungan Tri pada percepatan rencana pitalebar Indonesia yang dicanangkan pemerintah.

Tri sebelumnya juga telah menghadirkan mobile internet berbasis 3G yang menjangkau 150 kota, baik kota besar maupun kota kecil di Indonesia. Langkah selanjutnya adalah pengembangan 4G LTE untuk Indonesia.

Menurut orang nomor satu di perusahaan ini, infrastruktur jaringan Tri telah dirancang sejak awal untuk dapat mengadopsi beragam teknologi maju di antaranya 4G LTE.

Namun demikian, ia menyadari bahwa percepatan implementasi 4G LTE tidak lepas dari ekosistem pendukungnya, di antaranya handset yang mendukung 4G LTE dan aplikasi.

"Melanjutkan suksesnya penataan ulang ini, kami akan menghadirkan 4G LTE di enam kota utama dalam waktu dekat, dan kami optimistis 4G LTE Tri akan disambut positif oleh masyarakat Indonesia," imbuh Randeep.

Hingga kuartal ketiga 2015, Tri telah membangun hampir hampir 39.000 BTS untuk memperluas cakupan jaringan secara nasional. Keseluruhan BTS yang dimiliki Tri diklaim sudah 4G LTE ready.

Infrastruktur yang dimiliki Tri telah melayani 55,4 juta pelanggan dengan cakupan populasi 86% penduduk Indonesia. Dari total pelanggan yang ada, 60% di antaranya adalah pelanggan data mobile broadband.

(rou/fyk)